Terdiam sejenak, Levin menahan diri untuk tidak langsung melontarkan pertanyaan kepada Jessica. Keinginan itu begitu kuat, namun ia memilih untuk mendengarkan percakapan Jessica dengan anaknya terlebih dulu, menanti kesempatan yang tepat untuk mengerti maksud di balik kata-kata itu. "Mau, Ma. Tapi, memangnya boleh kalau Om baik jadi ayahnya Juniol?" sahut Junior dengan mata berbinar, penuh harap. Jessica menunduk, memandang Junior seolah tak ada yang lain di sekitarnya, serius namun lembut. Jessica menghela napas sebelum mengucap, "Boleh, Sayang. Karena sebenarnya, Om Levin memang ayah kamu." Jessica mengucapkan kata-kata itu dengan tenang tapi pasti. Namun, hal itu seolah kejutan, bak petir di siang bolong bagi Levin. Tak pernah ia menduga, tanpa mengatakan padanya terlebih dulu, Jessi

