Saat melihat Junior bersama pengasuhnya melangkah mendekat, Jessica buru-buru menghapus air mata yang sempat mengalir. Ia tak ingin anaknya itu tahu dan akhirnya merasa khawatir melihat kondisinya saat ini. Dengan sisa keberanian yang ia punya, Jessica mencoba tersenyum, meski hatinya masih penuh kegundahan. "Mama, Mama udah pulang ya?" tanya Junior dengan suara polosnya. Jessica berlutut di hadapan sang putra, membalas senyum kecil yang begitu tulus. "Iya, Sayang. Mama baru saja pulang," sahutnya lembut sambil mencium pipi anaknya yang wangi. Aroma sabun mandi khas anak-anak tercium, segar, hangat dan entah bagaimana memberinya sedikit ketenangan di tengah kekacauan hatinya. "Junior baru mandi, ya? Wangi banget!" tanyanya, mencoba mengalihkan pikiran dari kerumitan hidup yang menghimpit

