Malam semakin larut, angin laut Santorini tetap lembut menyapu wajah Zenia dan Matteo. Lampu-lampu kecil di yacht berkelap-kelip, memantul di permukaan laut yang gelap dan tenang. Aroma asin laut bercampur dengan wangi anggur putih yang menghangatkan perut mereka, sementara gelas-gelas kristal yang berisi minuman itu berkilau di bawah cahaya lampu. Zenia menyandarkan tubuhnya sepenuhnya di d**a Matteo, merasakan tangan suaminya memeluk tubuhnya dari belakang, hangat dan menenangkan. Suara ombak yang menampar lambungv kapal menjadi musik lembut yang menemani malam mereka. “Kau tahu,” kata Matteo perlahan, suaranya lembut tapi terdengar serius, “aku selalu membayangkan bagaimana rasanya nanti jika kita punya anak.” Zenia menoleh sedikit di pangkuan Matteo, matanya menatap wajah suaminya y

