Aira marah, kecewa dan ia benci dengan laki-laki yang saat ini ada didampinginya yang sedang tidur terlelap. Air matanya menetes karena merasa ia sangat hina dan ia sangat benci kenapa harus ia yang menganggung perbuatan Papinya. Ia tidak bersalah dan selama ini ia juga korban dari keegoisan Papinya, kenapa tidak Aiko, jelas-jelas Aiko juga anak perempuan Jhony. Kenapa Aiko selalu saja beruntung selama ini, kenapa dia tidak? Si jalang Ibu kandung Aiko yang telah menghancurkan hati Maminya hingga memilih mengakhiri hidupnya itu saat ini bisa hidup bebas dan bahagia. Ia benci cinta, ia benci laki-laki yang mementingkan dirinya sendiri tanpa memikirkan perasaannya. Ya...Aira hanya ingin hidup bebas tanpa gangguan siapapun, itu janji palsunya ketika Papinya kembali menangkapnya dan memohon

