Aira menghela napasnya karena ia ingin memiliki keluarga yang lengkap seperti pasangan di keluarga suaminya dan tadi ia melihat anak Senna yang sangat lucu, membuatnya ingin memilki anak juga. Ia mengelus perutnya dan berharap ia juga bisa segera hamil seperti Siska yang saat ini telah hamil. Keluarga yang hangat ini membuatnya semakin yakin ingin membangun rumah tangga yang bahagia, setidaknya ia sangat yakin saat ini jika ia akan bahagia hidup bersama suaminya ini. Apalagi Aira sangat bersyukur dipertemukan oleh keluarga yang menerimanya apa adanya. Bahkan mereka seolah tidak peduli, jika ia adalah anak seorang penjahat yang telah melakukan banyak kejahatan kepada mereka. Setelah perbincangan keluarga selesai dan acara makan malam berakhir, saat ini Aira dalam perjalanan pulang. Re

