Widiya telihat sangat sedih, ia tidak menyangka putra ketiganya itu masih hidup dan selama ini ia selalu datang ke pemakaman Badai, dihari ketika tanggal Badai lahir yang juga menjadi tanggal meninggalnya Badai. Tapi ternyata kuburan itu bukanlah kuburan putranya dan ia merasa telah dibohongi oleh keluarganya ini. "Hiks...hiks...kenapa kalian merahasiakan semua ini hiks...hiks...anakku...anakku Badai," teriak Widiya dan ia terisak pilu membuat Lisa melangkahkan kakinya mendekati sahabatnya itu, lalu memeluknya dengan erat. Bulan juga terlihat sangat terkejut melihat Badai dan benar saja Badai memang benar kakak kandungnya. Tanpa tes DNA pun hanya dengan wajah itu, ia bisa menduga jika Badai adalah kakak kandungnya. "Widiya semua yang terjadi ada hikmahnya dan sekarang kamu harus bersyuku

