Dulu Wina merasa hidup berkecukupan dan ia bisa melanjutkan kuliahnya dengan tenang. Kesalahan orang tuanya memang bukanlah kesalahannya tapi ia ikut menikmati hasil kejahatan yang dilakukan Mami dan Papinya, ia tidak mengerti kenapa orang tanya sekejam itu. Beberapa waktu yang lalu ia bekerja di Club untuk kehidupan sehari-harinya bersama Ratmi. Ratmi maminya itu selalu menangis karena satu persatu harta mereka sudah tidak ada lagi, apalagi Papinya menurut kepada Maminya untuk memberikan sejumlah uang. Sekarang pun mereka tidak memiliki mobil lagi dan semuanya Diah dijual membayar pengacara karena mereka tidak mungkin meminta Jati untuk membantu mereka. Saat ini Wina berencana menemui Papinya dipenjara dan ia melihat saldo di rekeningnya. Saldonya bertambah dan bukanya senang, tapi ia m

