Badai menahan air matanya, agar tidak menetes meskipun saat ini ia ingin sangat kecewa dan sedih mengetahui fakta ini. "Jadi benar saya bukan anak kandung kalian?" Tanya Badai dengan suaranya yang terdengar sangat lirih. "Benar," ucap Warni membuat wajah Edi memucat. "Kalau kalian sudah tahu kalian bukan orang tua kandung saya kenapa kalian tidak pernah mengatakannya? Kenapa?" Teriak Badai. "Hiks...hiks...maafkan kami tapi tetap saja kami yang telah membesarkan kamu, kamu harus ingat itu Nak!" Ucap Warni mencoba menenangkan Badai. "Umur tujuh tahun saya sudah diminta belajar cara membunuh orang dengan berlatih sangat keras, saya tidak pernah menerima pendidikan formal dan selama ini saya belajar sendiri agar saya bisa membaca dan menulis, kalian selalu mentahkan kita ini orang susah

