Ayu menggenggam erat tangan Elang, menyusuri koridor rumah sakit menuju pintu keluar. “Mas, mampir ke rumah Mama Papa gak apa-apa? Ada yang mau aku obrolin.” “Iya.” Elang tahu, mungkin ada hal yang perlu dibicarakan istrinya dengan kedua orang tuanya tentang keluarga mantan suaminya itu. Ia hanya menggenggam tangan Ayu, tanpa memaksanya untuk berbicara. “Mama sama Papa masih di sini?” tanya Ayu heran. Mamanya tadi memang bilang akan menunggu mereka. “Papa mau nebeng suamimu,” ayahnya yang menjawab. “Papa gak bawa kendaraan?” “Ikut Sugeng tadi.” “Ayu juga pengin ngobrol banyak sama Mama Papa. Mumpung gak ada anak-anak juga.” “Mereka gak protes ditinggal?” “Tegar yang sudah wanti-wanti gak boleh nginap.” Kedua orang tua Ayu tertawa. “Dia paling heboh tuh nanya terus kapan Mama Pap

