Azka menjadi yang paling sering menengok ayahnya. Dalam beberapa pekan sekali, ia berusaha ke rumah ayahnya dengan membawa serta salah satu adiknya atau bersama ayahnya. “Lho, katanya mau nengok Papamu, Kak?” tanya Ayu. “Tuh, si bungsu kesayangan Mama kebanyakan alasan.” Ayu melirik Tegar yang sedang sibuk di depan laptopnya. “Aku lagi banyak tugas, Mama.” “Tugasmu buat hari Rabu kan, dan itu pun sudah kamu kerjakan dari kemarin, paling tinggal sedikit.” “Kenapa?” tanya Elang yang baru bergabung. “Tuh Tegar, Pa, diajak nengok Papa Ali kebanyakan alesan. Cuma kamu lho, Gar, yang belum nengok,” kata Azka. “Kenapa gak mau?” tanya Elang pada Tegar. “Bukan gak mau, Papa. Aku banyak tugas. Kak Azka aja yang timingnya gak tepat ngajakinnya.” “Kamu berapa minggu lalu juga alesan lho,” kat

