Sekolah Azka dan adik-adiknya, sudah libur lebaran sejak kemarin. Tapi tidak demikian dengan kedua orang tuanya. Ayu dan Elang masih saja sibuk di rumah sakit. Terlebih lagi Elang. Pekerjaan Elang seperti tak ada selesainya. Pasiennya mungkin secara kuantitas sudah berkurang. Tapi jadwal konsultasinya bertambah panjang. Entah berapa banyak dokter yang mengantri untuk berkonsultasi dengan Elang. Bahkan jika dituruti, Elang bisa sampai tengah malam di rumah sakit. Elang merebahkan tubuhnya yang lelah di atas kasur. Dia sungguh bersyukur, memiliki rumah yang benar-benar menjadi tempatnya pulang dari semua lelahnya. Tak hanya rumah sebagai sebuah bangunan yang berisi perabotan. “Capek banget, Mas? Sini aku pijit punggungnya?” “Emang kamu gak capek? Kamu juga pasti capek nyiapin sahur dan

