Bab 192: Pilihan Azka

1423 Words

Azka duduk di sisi ayahnya, menatap keluar jendela kereta yang akan membawa mereka pergi. Ia sendiri tak yakin dengan keputusannya. Tapi ayah sambungnya itu berhasil meyakinkannya, bahwa ia tak akan pernah dibiarkan sendirian, apapun yang menjadi pilihannya. “Terimakasih ya, Pa.” Elang mengangguk tulus. Ia paham betul kekhawatiran Azka. Tak semata tentang kemana ia akan melanjutkan selepas jenjang SMA, tapi mungkin ada keinginannya sebagai anak yang belum tertuntaskan dari kedua orang tua kandungnya. Perjalanan itu begitu mendadak, setelah Elang melihat beberapa kali Azka terdiam. Ia sendiri yang menawarkan diri untuk menemani putra sambungnya itu jika ingin survei ke kampus yang ingin Azka tuju. “Kalau ke Jawa Timur gak apa-apa, Pa?” “Gak apa-apa. Ayo Papa temani mumpung libur. Kita

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD