Bab 49: Jalan Terpisah

1182 Words

Ayu menyaksikan Azka mengikuti ujian kenaikan tingkat dengan bangga. Gerakan Azka begitu powerfull. Bocah itu sekali waktu akan melihat ke arah ibunya dan menarik sedikit bibirnya. “Azka senang Mama bisa hadir,” ucap Azka dengan bangga saat istirahat. Meski sesinya sudah selesai, tapi ia masih harus menunggu keseluruhan acara usai. “Mama bangga sama Kakak,” ucap Ayu dengan mata berkaca-kaca. “Azka juga bangga jadi anak Mama.” Ayu memeluk erat putranya. Biarlah ia tak memiliki ayah mereka, asal ada anak-anak ini di sisinya, rasanya itu sudah cukup buat Ayu. “Mama jadi panitia?” tanya Azka melihat id card yang menggantung di leher ibunya. “Dipinjemi Dokter Elang, biar Mama bisa masuk dengan leluasa katanya.” “Dokter Elang kayaknya jadi penguji yang kumite, Ma.” “Oh iya? Yang tanding

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD