Bab 110: Saat Hadirmu Dirayakan

1226 Words

Acara akad yang dilangsungkan pagi di rumah orang tua Reta itu berjalan lancar. Ayu bisa melihat bagaimana keluarga itu menangis bahagia melepas putri mereka ke tangan seorang laki-laki yang akan disebut suaminya. Ayu menyeka sudut matanya. Dulu, ia dan kedua orang tuanya pun begitu bahagia. Ketika akhirnya Ayu secara syah menjadi istri Ali. Mimpi-mimpi itu tentu berisi harapan kebahagiaan. Doa-doa itu terpanjat untuk bersama selamanya hingga maut memisahkan. Tapi bagi Ayu, ternyata bukan maut yang menjadi jurang pemisah mereka. Entah apa ia menyebutnya. Ego, nafsu, atau kebodohan? Atau bahkan kombinasi semuanya. “Kenapa? Ingat sesuatu?” tanya Elang sembari menyodorkan minuman dan duduk di samping Ayu. Untuk kali pertama mereka duduk sedekat itu, dengan lengan saling menempel. Ayu se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD