Ayu sedang menyiangi tanaman-tanaman di halaman rumahnya saat sebuah sepeda motor sport merapat dan masuk ke carport rumahnya yang terbuka pagarnya. Ia memicing mencoba mengingat sepeda motor yang seperti pernah dikenalinya itu. Tapi kemudian melotot kaget melihat sosok mungil yang berada di boncengan. “Azka?” Ayu mengelap tangannya kemudian menghampiri Azka yang kesulitan turun. “Azka bisa, Mama,” Azka meyakinkan ibunya. Si pengendara mengulurkan satu tangannya ke belakang untuk menjaga Azka agar tak hilang keseimbangan. Ia kemudian menstandar motornya dan melepas helmnya. “Dokter Elang?” Elang tersenyum. “Aku kebetulan ke tempat latihan Azka, jadi sekalian saja,” Elang turun dari motornya. “Biasanya setengah jam lagi baru selesai,” ucap Ayu, merasa teledor menjemput putranya lati

