Bab 148: Study Hard

1305 Words

Elang membawa keempat anaknya mengantar Azka dan Rayhan untuk latihan karate minggu pagi itu. Ia sudah seperti hot daddy yang mengasuh anak-anaknya tanpa mempedulikan bisikan orang yang mengatakan tak satu pun anaknya mirip dengannya. Elang duduk di pinggir arena latihan, memperhatikan kedua anak lelakinya yang lebih besar, sementara di dekatnya Naufal dan Tegar main sendiri. “Kalian gak mau latihan sekalian?” tanya Elang. Tegar terlihat seperti sedang berpikir. “Aku gak suka.” “Terus kamu sukanya apa?” “Mama.” “Astaga Tegar, kamu jangan posesif deh sama Mamamu,” Elang menggelengkan kepala mendengar jawaban anak bungsunya. “Posesif itu apa, Pa?” Elang menggelengkan kepala enggan menjelaskan lebih lanjut. Ia tak punya cukup kata yang mudah dipahami anak TK. “Naufal, kamu gak mau la

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD