Sebelum kembali ke Jogja, Ayu akhirnya memutuskan untuk mampir ke rumah mantan suaminya diantar Elang dan ibunya. Keempat anaknya sedang asyik main di kandang bersama kakeknya. Rumah itu terlihat sepi. Ada sebuah warung kecil di depan yang sepertinya sedang tak beroperasi. Beberapa bagian dinding rumah mungkin terlihat kusam karena cat yang tak pernah diperbarui. Tapi rumah itu terlihat lebih asri dengan beberapa tanaman. “Assalamualaikum,” mereka memberi salam. “Waalaikumussalam. Masuk saja,” terdengar jawaban dari dalam yang tak terlalu jauh sumber suaranya. Ayu berpandangan dengan Elang dan ibunya, tapi kemudian mereka masuk ke dalam rumah yang pintunya sudah terbuka. “Ummi?” Ayu mencium tangan perempuan yang terlihat jauh lebih tua dibandingkan dengan ibu Ayu itu. “Kaki Ummi lagi

