Dokter dan perawat segera masuk. Ayu keluar dengan cemas. Dokter Syarif kembali. “Ayu, kenapa?” Ali cemas. Matanya menatap Ayu seolah tak hanya meminta penjelasan, tapi juga pertanggungjawaban. “Kondisinya menurun,” Ayu beringsut sedikit mundur ke balik punggung ayahnya. Ia tak tahu benar kondisinya secara detail. Tapi ia tahu, itu tidak cukup baik. Dan kenapa mantan ayah mertuanya justru mencarinya dan mengucapkan maaf. Beberapa menit berlalu. Hingga akhirnya dokter keluar dengan wajah lelah. Ayu tahu ekspresi itu. Ia menghela napas saat dokter mempersilakan satu anggota keluarga untuk selalu menungguinya. Masa kritisnya mungkin lewat, tapi peluangnya kecil untuk bertahan, bahkan seandainya sekarang menunjukkan perubahan baik sekalipun. Ayu dan ayahnya akhirnya memilih berpamitan.

