Bab 90: Pamit

1163 Words

Tak pernah terpikir oleh Ayu, bahwa ia akan kembali mengantarkan Ali ke bandara dengan status sebagai mantan. Ia seakan terjebak dalam situasi yang tak mungkin ia hindari. Entah apa yang direncanakan anak-anaknya, tapi mereka memang tak tahu situasi yang dihadapi kedua orang tuanya. Ali sengaja menunggu di pinggir jalan besar pagi itu. Ia pun tak ingin Ayu menjadi bahan perbincangan keluarga apalagi tetangga-tetangganya. Ali tak mengerti sepenuhnya siapa saja yang tahu perihal kandasnya pernikahannya dengan Ayu. Dengan menenteng ranselnya, Ali melompat naik ke sisi kemudi. “Makasih ya. Nanti agak ke depan sana, minggir dulu aja. Biar aku yang nyetir,” ucapnya. Ayu hanya mengangguk. Ia tahu maksud Ali. Setelah masuk ke jalan propinsi yang lebih lebar, barulah ia mencari ruang untuk menep

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD