Bab113: Praktek Sore atau PPDS

1069 Words

Mereka duduk di sekitaran alun-alun, menikmati hasil buruan pagi itu. Tak hanya telur gulung. Tapi ada kebab, salad buah dan pisang coklat. Ayu bahkan sempat membelikan kopi untuk Elang. “Kata Papa kamu pingin buka praktek di rumah kalau sore?” “Bukan aku, tapi Papa.” “Tapi ide Papa bagus juga buat difollow up. Kalau bisa biar sekalian dengan apoteknya.” “Butuh apoteker kalau itu.” “Bisa join apotek lain kan. Satu apoteker kan bisa maksimal pegang tiga apotek.” “Bakalan pusing enggak sih ngurusinnya.” “Lebih pusing PPDS.” “PPDS itu apa, Om?” tanya Azka. “Program Pendidikan Dokter Spesialis.” “Mama mau jadi dokter spesialis?” tanya Naufal. “Menurut kalian Mama cocoknya jadi dokter spesialis apa?” tanya Elang. “Hmmm apa ya?” “Mending anak-anak aja deh, Ma,” kata Azka. “Tapi kal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD