Bab 80: Hidup yang Baru

1152 Words

Ayu kembali berangkat setelah mengambil cuti tiga hari. Lukanya lebih cepat mengering. Dan jahitannya pun begitu rapi. Entah bagaimana Elang melakukannya. Tapi ketika kemarin saat Elang memeriksanya di rumah Ayu, dia terlihat cukup puas dengan perkembangan Ayu. “Jangan terlalu banyak berjalan ya. Bisa enggak bagian yang luka jangan kamu tekan saat menapak?” Ayu hanya mengangguk. Dia pun kadang masih merasa nyeri jika terlalu menekan saat menapak. “Om, kata Mama jahitan Om rapi,” ucap Azka membuat Ayu merasa malu. “Memang jahitnya sama kayak Eyang jahit kain ya, Om? Pakai jarum sama benang juga?” tanya Rayhan. Elang tertawa. “Kamu pernah lihat Eyang menjahit?” “Iya, waktu celana aku robek.” “Bukan Mama yang jahitin?” Elang melirik Ayu yang memasang wajah masam. “Aku gak tahu deh, Om

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD