Satu pekan mencoba berangkat dari Wonosari, memang terasa di badan Ayu yang pegal-pegal. Tapi itu tak seberapa dibanding kebahagiaan yang di dapatnya. Anak-anaknya terurus dengan sangat baik. Dan orang tuanya terlihat lebih bahagia karena mereka bisa berkumpul dengan anak dan cucunya. “Mama sudah suruh Rani manggil Marni,” kata ibunya saat Ayu sedang rebahan di depan televisi. Marni adalah tukang pijat langganan ibu Ayu. Setiap kali Ayu pulang, ia kerap memanggilnya untuk memijat Ayu agar lebih rileks. “Bisa, Ma, mbak Marninya?” “Bisa. Kata Rani nanti habis ashar ke sini.” “Tegar sama Naufal gak bikin repot kan, Ma, seminggu ini?” “Enggak. Kata Tari malah mereka lebih anteng.” “Syukurlah. Ayu lebih tenang jadinya.” “Rumahmu gak kamu tengok?” “Kemarin Ayu mampir ambil seragam.” “A

