Wulan sedang mengemasi barang dagangannya saat seorang laki-laki menggunakan motor berhenti di depan lapak jualannya. “Maaf, Pak, sudah habis,” ucapnya. “Oh, maaf, Mbak, saya hanya mengantarkan ini. Saya Sugeng, orang suruhan Pak Rohmat dengan Bu Halimah,” laki-laki itu menyodorkan kresek yang dibawanya. “Oh, maaf, ini untuk siapa ya?” “Untuk Ummi. Dari bu Dokter Ayu. Syukuran pindah rumah Bu Dokter.” “Pindah kemana ya, Pak, kalau boleh tahu?” “Ke Jogja, Mbak. Tolong disampaikan Ummi nggih. Saya permisi dulu. Maturnuwun.” Wulan mengangguk. Ia sebenarnya masih ingin bertanya banyak, tapi segan. Dibawanya masuk bingkisan tersebut dan diserahkan pada Umminya yang sedang duduk di depan televisi. “Ummi, ada titipan dari Mbak Ayu.” “Ayu? Dia ke sini barusan? Kenapa gak kamu suruh masuk?

