“Ayu?!” seru Zara mengenali suara sahabatnya. “Kamu ganti nomer?” “Enggak. Ini nomer Papa.” “Kamu di Wonosari?” “Iya.” “Kok cuti gak bilang-bilang?” “Mendadak.” “Ada apa?” “Gak ada apa-apa, Kak Zara.” “Bohong. Bukan kamu banget tahu kayak begini. Ngilang tiba-tiba. Aku gak apa-apa kalau kamu gak mau cerita ke aku sekarang. Tapi seenggaknya kasih tahu aku kalau kamu baik-baik aja biar aku gak khawatir,” ucap Zara panjang. Ayu tersenyum. “Iya. Maaf. Aku baik-baik aja kok. Cuma butuh menenangkan diri aja sebentar.” “Soal apa, Yu? Suami kamu?” “Hmmm.” “Kamu kok tiba-tiba nelpon aku, Dokter Elang nelpon kamu?” “Hmmm.” “Ayu, dia tahu nomer Papa kamu, sementara aku sahabatmu enggak kamu kasih tahu?” “Bukan begitu. Aku kemarin perlu ijin cuti ke Dokter Elang,” Ayu terdengar serba sa

