Clark mengerjap. Sungguh serangan mendadak yang cukup mengejutkan. Tapi tetap tidak ingin melewatkan kesempatan. Kapan lagi, bisa melihat istrinya penuh dengan inisiatif begini. Clark sentuh leher Valerie dan memperdalam kecupannya. Walaupun ia masih bingung, kenapa bisa-bisanya Valerie jadi seperti ini. Peraduan bibir diakhiri lebih dulu oleh Valerie. Kemudian ia tertunduk diam, dengan Clark yang sibuk membelai-belai rambut Valerie dengan selembut mungkin. "Tumben sekali sih. Ada apa hm?" tanya Clark lembut disela belaiannya. "Mas, apa selamanya, kita akan tinggal di sini??" tanya Valerie. "Kenapa memangnya?" tanya Clark balik tetap sambil mengusap rambut Valerie. "Aku ingin, kita tinggal berdua saja, Mas. Jangan beramai-ramai seperti ini." Pernyataan yang cukup membingungkan. Bukank

