Beberapa pekan kemudian. Clark tengah duduk di kursi ruangan kantornya, sambil mengusap-usap janggutnya yang semakin tebal saja dan juga dengan kaki kiri, yang tengah menopang kaki kanannya. Melamun sendirian lagi. Seperti sebelum-sebelumnya. Bahkan, seperti saat masih menduda dulu. Padahal sekarang, ia sudah beristri. Hembusan napas di selingi dengan pijatan, pada ruang diantara kedua matanya Clark lakukan. Kenapa ia harus memikirkan Cedric dan memberikan Valerie pilihan?? Valerie kan istrinya. Lagipula, ia dan Cedric sudah menjadi masa lalu. Anak mereka pun, sudah tidak ada lagi di dunia ini. Tapi kenapa ia menyuruh Valerie memilih???? Ah sial sekali. Harusnya, ia biarkan saja adiknya yang konyol itu. Kenapa ia harus berlagak bak seorang kakak yang baik? kalau adiknya saja seringkal

