Clark masih berada di perjalanan sembari termenung, dengan sepasang bola mata yang menatap keluar, dari kaca mobil yang terbuka. Harapannya begitu besar, untuk dapat menemukan, dimana keberadaan istrinya saat ini. Mobil yang Clark tumpangi kini memasuki gerbang. Ia keluar dari dalam mobil dengan langkah yang kembali goyah. Harusnya, ia masih berada di rumah sakit. Namun, karena ulah adiknya sendiri, ia malah harus menempuh jarak yang cukup jauh, demi menemukan miliknya yang dibawa kabur oleh bajingann cilik itu. "Ayo, Tuan. Biar saya bantu," ucap penjaga yang sigap memapah langkah Clark, untuk memasuki kediamannya bersama adiknya dulu. "Selamat datang, Tuan Clark," sapa pelayan, yang masih dengan setia menjaga rumah, saat Tuannya tidak berada di tempat. "Apa Cedric ada di sini??" perta

