Kamu Tidak Marah??

1128 Words

Setelah beberapa puluh menit. Valerie keluar lebih dulu, dengan handuk putih bermodel kimono yang sudah melekat di tubuhnya, serta selembar handuk yang berwarna senada, yang kini membelit di atas kepalanya juga. Ia langsung naik ke atas tempat tidur dan merebahkan tubuhnya, dalam posisi menyamping serta mata yang juga terpejam. Lelah juga. Setelah berusaha untuk melayani dengan sebaik-baiknya, kebutuhan biologis bagi suaminya, yang cukup menggila tadi. Tetapi tidak apa-apa. Setidaknya, ia sudah berusaha untuk menjadi seorang istri yang baik. Sebab, apalagi yang bisa ia berikan selain daripada perhatian dan juga hal-hal semacam ini? Itupun ia lakukan juga, agar suaminya tidak lirik sana sini. Maupun jajan sembarangan. Padahal, dulu ia paling malas dengan yang namanya menggoda apalagi mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD