Malam harinya. Cedric duduk di tepian tempat tidur sembari termenung. Sudah menjadi suami dari seseorang. Tetapi, kenapa rasanya seperti ada yang kurang?? Cedric semakin tenggelam di dalam dasar lamunannya. Sampai-sampai tidak sadar, bila ada seorang wanita, yang kini naik ke atas tempat tidur dan melingkarkan kedua tangan di lehernya. Cedric memutar kepalanya perlahan dan terdiam dalam beberapa saat, sembari memandangi wanita, yang terus-menerus tersenyum kepadanya. Akan tetapi, hati Cedric tidak tergugah sama sekali. Rasanya begitu hambar, sampai ia malah melepaskan lingkaran tangan itu dari lehernya. "Kenapa?? Ini malam pertama kita kan??" tanya Lucy dengan sangat semringah sekali. Dulu selalu ditolak mati-matian dan sekarang, akhirnya ia bisa jadi istrinya juga. "Iya. Tapi aku lela

