104. Rencana Bulan Madu

1402 Words

Matahari pagi menyapu ruangan dapur rumah baru mereka di Aruna Cluster, menerangi interior yang masih beraroma kayu dan cat baru. Kirana dengan rapi mengenakan setelan kerja, bersiap berangkat ke kantor. Yudistira mengamatinya dari balik cangkir kopi, tatapannya penuh pertimbangan. "Kamu yakin tidak mau mempertimbangkan lagi untuk resign?" tanyanya untuk kesekian kalinya, suara rendahnya menggema di ruangan yang sunyi. Kirana berbalik sambil merapikan tas kerjanya. "Aku akan resign nanti ketika kita sudah dikaruniai momongan," jawabnya lembut tapi tegas. "Saat itu waktunya aku fokus mengurus suami dan anak-anak." Yudistira menghela napas, menyerah. "Tapi setidaknya izinkan aku memindahkanmu ke divisiku. Lebih nyaman—" "Tidak," potong Kirana cepat seraya melingkarkan tangannya pada lehe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD