21. Kembali ke Kamar Tamu Terkutuk

2177 Words

Pintu paviliun terbuka pelan. Sherry melangkah masuk, kakinya terasa berat, seperti mengangkat batu di setiap langkah. Tubuhnya masih sama seperti saat keluar tadi pagi, gaun biru muda yang terlalu bagus untuknya. Tapi ada sesuatu yang berubah. Sesuatu di matanya. Sesuatu di cara ia menahan napas, seperti udara di sekitarnya terlalu tipis untuk dihirup. Ia baru saja menyetujui tawaran Ivana. Lagi. Bukan karena ia mau. Bukan karena ia menginginkannya. Tapi karena tidak ada pilihan. Karena Ivana tahu persis di mana letak kelemahannya, David, Aleta, rumah yang tidak aman, pekerjaan yang terancam, masa depan yang tidak pasti. Karena setiap kali ia mencoba melawan, dunia seolah berkata, "Tidak, kamu tidak bisa." Napasnya tersengal. Dadanya naik turun tidak teratur. Kepalanya menoleh ke kiri,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD