Aleta keluar dari kamar mandi uap air masih mengepul dari balik pintu. Wajahnya segar, pipinya merona karena air hangat, dan matanya menatap Sherry dengan ekspresi yang tidak bisa diabaikan. "Kak, sudah dua hari kami tidak berangkat ke sekolah." Sherry yang sedang melipat selimut berhenti. Ia menatap Aleta, lalu beralih ke David yang duduk di kursi dekat jendela dengan ponsel baru di tangannya, ponsel pemberian Raymond, yang masih terasa asing di genggamannya. "Semua peralatan sekolah kalian di rumah." Suara Sherry pelan, mencoba tidak terdengar frustrasi. "Kita harus pulang dulu untuk ambil ke sana." Ia berhenti, menatap kedua adiknya bergantian. "Bukankah kalian yang tidak mau pulang dan bertemu dengan ayah?" Aleta menggeleng cepat. "Tidak mau." "Lalu?" David mengangkat kepalanya d

