8. Dibeli, Seperti Barang

1687 Words

Mobil melaju pelan di jalan beraspal halus, melewati gerbang besi hitam yang terbuka otomatis. Di balik gerbang itu, halaman luas terbentang dengan rumput hijau yang terawat sempurna, air mancur kecil di tengah, dan di ujung jalan setapak, sebuah rumah berdiri megah dengan arsitektur modern yang elegan. Sherry menatap keluar, matanya tidak berkedip. Rumah ini lebih besar dari apa pun yang pernah ia lihat di kehidupan nyata. Dulu ia hanya melihat bangunan seperti ini di majalah-majalah yang tertinggal pelanggan di cafe, atau di ponsel murahnya saat ia menyelipkan waktu untuk bermimpi di antara dua shift kerja. Kini ia berada di sini. Di dalam mobil mewah. Mengenakan gaun yang harganya mungkin setara dengan pendapatannya setahun. Menuju rumah yang bahkan tidak berani ia impikan. Kenapa ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD