“Christian, selamat datang kembali ke perusahaan,” ucap Arthur setelah acara serah jabatan selesai. Saat ini, keduanya sedang berada di ruangan Christian Li. “Arthur, tidakkah kau lelah terus bersandiwara?” Christian menatap malas pada Arthur yang sedang berdiri di hadapan meja kerjanya. “Christian, aku tulus menyambut kedatanganmu. Jangan berpikiran buruk terus padaku.” Christian yang sejak tadi sedang duduk bersandar di kursi kebesarannya, seketika menegakkan punggung saat melihat asistennya memasuki ruangan. “Apa Direktur Hugo sudah memerintahkan departemen personalia untuk memecat semua nama yang aku berikan padanya?” tanya Christian. “Sudah, Tuan Muda.” Ketika mendengar itu, Arthur langsung beralih pada Christian Li. “Kau meminta Direktur Hugo untuk memecat siapa?” “Semua orang

