Ryan terkekeh pelan, kemudian menoleh pada Christian yang sejak tadi hanya diam dengan wajah dinginnya. "Ada apa denganmu, kenapa diam saja?" Christian tidak langsung menjawab, dia meneguk minuman di gelas, baru setelah itu meletakkannya di meja. "Aileen marah padaku." Jawaban Christian membuat Daniel dan Geraldy saling melirik sebentar, setelah itu Geraldy tersenyum bangga, seolah mengatakan kalau tebakannya memang benar. "Kalau marah, kau tinggal membujuknya," sahut Ryan dengan santai sambil menuangkan minuman ke gelasnya. "Aku tidak tahu cara membujuknya." Geraldy menggeleng dengan wajah frustasi, sementara Daniel menepuk jidatnya dengan keras. "Astaga Kakak Li ...!" Daniel sampai tidak bisa berkata-kata lagi dibuatnya. "Percuma kau memiliki wajah tampan dan otak yang cerdas kalau

