Seorang OB kembali datang menghampiri meja Evana dengan langkah cepat dan wajah agak tegang. “Nyonya,” ucapnya pelan, “saya diminta untuk mengambil bunga tadi.” Evana yang sejak tadi menatap layar komputer dengan fokus setengah hati langsung mendongak. Ia mengangguk cepat, seolah ingin urusan itu segera selesai. “Oh iya. Silakan dibawa.” Tanpa bertanya lebih lanjut, OB itu mengangkat rangkaian bunga dari atas meja Evana dan segera pergi. Beberapa pasang mata di ruangan itu mengikuti kepergian bunga tersebut dengan ekspresi penasaran. “Loh?” Kiki mengernyit. “Kok bunganya diambil lagi?” Evana tersenyum tipis. “Salah kirim katanya.” “Ah, sayang banget. Cantik padahal.” Evana hanya mengangguk, lalu kembali menunduk menatap layar. Jari-jarinya bergerak di atas keyboard, tapi pikirannya
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


