51. Telepon Dari Ibu

1739 Words

Begitu Evana turun dari mobil, rasa lelah langsung menyeruak dalam tubuhnya. Hari ini terlalu panjang. Mulai dari pekerjaan kantor yang menumpuk, panggilan Amara yang tak bisa ia tolak, hingga insiden pertemuan dengan Mayza di toko perhiasan. Semua itu membuat bahunya terasa berat, kepalanya sedikit berdenyut. Pintu mansion pelan-pelan dibuka oleh pelayan yang kemudian menyapanya sopan. Lorong luas itu terasa lengang. Hanya suara langkah kakinya yang terdengar. Sambil menguap kecil, Evana melepaskan sepatu haknya lalu berjalan menuju kamar. Dia hanya ingin mandi air hangat dan tidur. Bahkan kalau bisa, ia ingin tertidur tanpa bermimpi apa pun. Begitu pintu kamar tertutup, Evana menjatuhkan tubuh ke atas ranjang. Napasnya keluar dengan pelan. Baru saja ia hendak menutup mata ketika ponse

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD