63. Luka Membuat Bertanya-tanya

1343 Words

Evana menghela napas panjang ketika mobil yang membawanya memasuki halaman rumah suaminya. Waktu sudah menunjukkan hampir pukul sembilan malam. Tubuhnya terasa lengket, kepalanya sedikit pening, dan pikirannya masih bercampur aduk setelah kejadian nongkrong bersama Sinta serta rengekan Reno yang terus mengikutinya sesuai perintah Elvano. Begitu masuk rumah, Cecil segera muncul dari belakang. “Selamat malam, Nyonya.” Evana tersenyum tipis. “Malam, Cecil. Ada apa? Kamu berdiri seperti orang mau menyampaikan berita buruk saja.” Cecil cepat-cepat menggeleng. “Tidak, Nyonya. Hanya ingin memberi tahu. Tuan Demian sudah pulang.” Evana langsung terbelalak. “Hah? Dia pulang?” “Ya, Nyonya. Sekitar dua puluh menit lalu.” Evana langsung menghilang ke arah tangga tanpa memedulikan wajah Cecil ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD