Saat Evana kembali ke kamar, wanita itu mendapati sang suami sudah kembali sibuk dengan laptop-nya. Bahkan tak mengindahkan kehadiran Evana yang masuk ke dalam kamar dengan nampan di tangan. Tadi Evana turun ke dapur, meminta pada koki untuk membuatkan bubur ayam hangat, lalu Evana juga memotong buah, dan membuat secangkir teh herbal. Ia tahu suaminya membutuhkan makan sebelum meminum obat, meski pria itu selalu berlagak kuat seolah tak membutuhkan perawatan apa pun. "El, kenapa kamu sudah kerja saja. Istirahat saja dulu. Kamu ini kenapa bandel banget." Elvano mendongak lalu tersenyum. "Aku nggak kenapa-kenapa Evana. Jangan berlebihan." "Berlebihan bagaimana? Kau sedang terluka. Sewajarnya manusia yang sedang terluka itu ya rebahan, lalu minum obat agar lukanya cepat kering." "Ini han

