“Arummm, kemana ya pie punya gue yang masih diplastik? Yang mini ituloh?” “Mana gue tahu, lu tadi nyimpen dimana, Ndutt?” Raisa menghentakan kakinya, kesal dipanggil seperti itu. Untungnya Arum sangat peka, dia datang mendekat pada Raisa untuk menyuapi sahabatnya makanan yang enak. Raisa yang awalnya badmood itu langsung menerimanya dan tersenyum. “Enak banget. Mau makan ini nanti.” “Iya, kan ini gue lagi bikin,” ucap Arum sambil sesekali mengawasi anaknya. Kalau anak Raisa tidak perlu diawasi, anaknya yang selalu berontak dan membuat kekacauan. “Rum, Kenzo bilang dia mau kerumah lu, mau maen sama Elio sama Cillo. Pada main disana mau renang soalnya. Gue larang disini soalnya kolamnya lagi dibersihin. Gak papa kan?” “Gak papa, disana masih ada dua tiga pengasuh kok jadi aman. Gue niat

