144. Bonus 30 - Ciara: Anugerah atau Musibah

1006 Words

"Ci, kamu salah makan apa gimana?" Sejak tadi, Ciara muntah-muntah. Ini pagi buta dan Ciara masih berpiama, tiba-tiba terbangun, lalu terbirit ke kamar mandi sambil membekap mulut, geraknya yang serampangan membuat lelapnya Saga terusik, dia bangun, mengikuti Ciara sampai kini memijat tengkuk istrinya. "Kemarin di kampus makan apa?" Ciara menggeleng, lalu muntah lagi. Hingga jenis muntahannya tampak hanya tinggal berupa air saja. Lemas. Saga sigap menahan tubuh Ciara yang mendadak limbung. "Abang antar kamu ke dokter," katanya. Namun, Ciara menggeleng. "Pengin tidur aja," lirihnya. "Tapi kamu sakit, Ci." Ciara diam, patuh saat tubunya digiring ke kamar dan menuju ranjang, didudukkan. "Lemes. Nggak mau ke mana-mana." Saga pun membantu Ciara untuk rebah kembali, menyelimuti, barangk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD