127. Bonus 13 - Ciara: Tidak akan Pernah Sama

1426 Words

"Ci, sehat?" Di telepon, setelah satu bulan tanpa pengawasan papa melalui sambungan nirkabel itu, kini Ciara mendapatkan telepon dari gerangan. "Alhamdulillah, Pa. Kalau Papa sama mama gimana?" Jujur, Cici kangen. Meski di bagian lain hatinya dia menyimpan kesal dengan teramat atas adanya pernikahan ini. "Alhamdulillah, sehat juga. Adik-adik juga sehat. Suami kamu, sehat?" Ehm. Ciara bergumam panjang. "Sehat." "Alhamdulillah. Oh, ya, ini Papa sama Mama lagi di jalan. Bentar lagi nyampe. Mama kangen Cici katanya." "Oh, iya, Pa." Eh, bentar. "Di jalan mau ke sini maksudnya?" Refleks, Ciara berdiri. Berjengit panik. Apalagi saat papa bilang, "Iya. Ini bentar lagi nyampe." Sumpah! Demi apa! Cepat-cepat Ciara beralibi bahwa dia mendadak mulas, adalah detik di mana sambungan itu di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD