Tiga tahun telah berlalu, kebahagiaan masih menyelimuti pernikahan Firdaus dan Aura seolah tak pernah memudar, justru setiap harinya semakin pekat dan bermakna. Pagi-pagi sekali suasana di rumah sudah riuh dan terdengar canda tawa. Firdaus yang kini terlihat sedikit lebih matang, tapi tetap atletis dan tampan, sedang duduk bersila di karpet bulu. Ia tampak sangat serius, sementara tangannya begitu lembut saat membantu Arsakha memakai sepatu kets kecilnya. Arsa yang kini sudah berusia tiga tahun, tumbuh menjadi balita yang sangat aktif dan cerdas. Rambutnya hitam tebal dan mata hitam legamnya selalu berbinar penuh rasa ingin tahu, persis seperti mata Firdaus yang tajam, tapi penuh kasih. "Ayah, nanti Arsa mau main cat warna-warni ya di sekolah? Arsa mau bikin gambar mobil yang besar buat

