Bab 101. Menolak

1112 Words

Hujan masih mengguyur deras ketika mobil Firdaus melaju membelah jalanan yang basah. Aura duduk bersandar dengan nyaman, tubuhnya terasa hangat, dan sedikit lelah. Ia sesekali menoleh ke arah Firdaus dari waktu ke waktu, mencermati ekspresi wajah pria yang kini tampak fokus pada jalanan. Firdaus tidak lagi tampak seperti pria yang tergesa-gesa atau tertekan oleh tanggung jawab yang belakangan mewajibkannya selalu siap siaga untuk Meisya dan Vino, menggantikan tugas Victor yang masih koma di rumah sakit. Tangannya yang bebas sesekali merayap, menggenggam jemari Aura yang diletakkan di atas pahanya, mengusapnya dengan ibu jari. Sikap Firdaus yang mendadak lembut dan penuh perhatian sejak pagi tadi terasa begitu asing, tapi memberikan kenyamanan yang sudah lama tidak Aura rasakan. Tepat s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD