Biantara diam. Dan makin pria itu diam, makin berdebar rasanya jantung Yasmin. Tiap kali pria tersebut bicara, seperti ada rasa takut yang membuatnya hanya bisa membeku. Ia ingat saat sang adik ipar menyatakan cinta, dan yang membuat lebih rumit adalah, ternyata Hans mengetahuinya. Bahkan beberapa kali peristiwa itu meledak menjadi bara pertengkaran kakak-adik itu, membuat Yasmin terjebak dalam rasa bersalah dan ketakutan setiap kali berada di dekat Biantara. "Soal surat cerai." Hening. Suasana itu mendadak sepi. Yasmin hanya mengerjap beberapa kali, sebelum akhirnya memilih duduk di sofa yang posisinya cukup jauh jaraknya dari tempat duduk Biantara. "Memangnya, surat ceraiku kenapa, Mas?" "Apa benar kamu memang membuat surat permohonan cerai itu?" Mengangguk, Yasmin menjawabnya t

