42. ARETA II

1012 Words

"Selamat ya, Bro!" "Selamat. Semoga abis ini lo cepet pecah telor, Jar!" "Ditunggu undangannya." Fajar tertawa. Yang Reta berikan sebuah buket bunga berisi cokelat dan makanan ringan, hadiah sidang munaqosyah. Ah, iya ... akhirnya Kak Fajar selesai juga sidang skripsinya. Selalu Areta doakan sepanjang Mas Pacar berjuang di ruang sidang melawan pertanyaan dari para penguji. Reta pun berikan selamat, seperti halnya tadi Om Alan, Kak Jio, dan Kak Fajri. "Eh, si Artha mana?" tanya Fajar. Areta mendengar. "Oh iya, lupa. Dia gak bisa datang, titip selamat doang katanya, Jar. Soalnya Artha dapet panggilan magang." Oh ... Batin Areta berkumandang. Nggak penting, sih. Sedangkan Fajar manggut - manggut di sana. Lalu mengacak jilbab Areta dengan mengusap kepalanya. "Ih, Kak Fajar!" Terk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD