"Sumpah! Gue gedek banget sama Kak Artha. Bisa-bisanya lo naksir cowok modelan dia. Astagfirullah ... Kak Alan ke mana-mana banget nggak, sih?! Udahlah, Ta. Denger cerita lo kayak gini, sama Kak Alan aja udah." Bagaimanapun Gissa adalah manusia yang bisa jengkel dan nyinyir keki kayak Reta. Ya, hari itu Areta bercerita. Gundahnya, sakit hatinya, tidak terimanya dia dengan harapan bertubi yang didapat dari seonggok daging bernama Artha, Reta curahkan pada kawan-kawannya. Baik Riska maupun Gissa kesal mendengarnya. "Yeu! Status Reta sama Kak Alan kan gak bisa dibawa pacaran, Gis. Dari kapan hari udah nyebar soal Reta nyebut Kak Alan pake sebutan 'om' di parkiran. Geger seangkatan." Ah, Gissa lupa. Dia pun mendesah kecewa. "Kak Jio juga naksir lo kan, Ta?" "Lebih ke seneng godain gue aj

