"Assalamualaikum, Ma, Pa!" Areta singgahi kediaman orang tuanya. Benar, mereka sudah pulang ke tempat asalnya. Telah habis kontrak di Papua. Konon, perjalanan Papa Arka dapatkan profesi dokternya juga tak mudah, tak sebentar. Ya, begitu pun dengan Tante Aira, si dokter spesialis kandungan. Di keluarganya, alhamdulillah ... Areta bukan turunan sultan, tapi keluarganya memiliki profesi dan pekerjaan yang teramat menjanjikan. Terpandang. Meski tak sebanyak derajat kaya milik Kak Fajar. Yang sudah jadi mantan. "Mama mana, Pa?" Saat Reta melihat Papa dan mencium tangannya. Ucapan salam dari Reta pun telah dijawab. "Nggak ada, Mama lagi ke rumah olah jiwa. Kenapa?" "Loh, kok tumben nggak Papa temenin?" "Bandel, Mama minta pergi sama temennya." "Padahal katanya bentar lagi Mama lahiran

