"Reta belum cerita ke orang tua soal Nenek Sita yang udah nikah sama Bapak?" "Belum." "Bilang." Menjeda, menatap Areta. Saat itu ... "Kasih tau keluarga Reta tentang keluarga Kakak sebelum hubungan kita lebih jauh dari ini." "Emang kenapa kalo hubungan kita udah jauh dan keberadaan Nenek Sita nggak aku bilangin ke orang tua? Bukannya itu gak penting? Siapa sih Nenek Sita sampe harus aku ceritain?" "Areta, denger. Kakak suka sama Reta dan nggak sekadar datang buat ngajak pacaran. Tapi serius pengin jadi bagian dari Reta dan keluarga Reta juga. Nenek Sita memang betul cuma nothing, tapi beliau tetap pernah jadi something di kehidupan Kakeknya Reta, kan? Rasanya nggak plong ... ibarat kata mules, tapi nggak dikeluarkan semua kotorannya. Paham?" Iyuh. Kak Artha ambil analogi yang jorok.

