49. ARETA II

1034 Words

Minggu ini Areta nginap di rumah nenek. Perjalanan dari rumah orang tua ke sini nggak begitu jauh, tapi lumayan. Reta kangen rebahan di kasur lamanya. "Ta." "Hm?" "Ada salam." "Dari siapa?" Areta sibuk makan keripik singkong balado di ruang keluarga, sedangkan Om Alan datang ngajak bicara. Duduklah dia di sisinya, minum es kacang. "Keenan." Dih, najiss tralala. Itu batin Areta. Entahlah, dengar nama Keenan disebut saja Reta sudah enggan. Saking enggannya dia sampai melongos malas. Yang Alan komentari. "Tatapan macam apa itu? Hayo, ada apa hayo?" Reta masukkan keripik singkong sebanyak-banyaknya supaya mulutnya sibuk. Biarkan Om Alan saja yang berkicau. "Om curiga. Sebenernya sejak kalian pelukan di pantai--" "Bukan pelukan! Enak aja, ogah aku pelukan sama dia." "Eiy." Ala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD